Advertisement
PALANGKA RAYA, SFN – Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Kalimantan Tengah mengambil langkah tegas menyikapi krisis energi yang melanda wilayah Bumi Tambun Bungai. Dipimpin langsung oleh Ketua SAPMA PP Kalteng, Muhammad Enrico Hamlizar Tulis, S.H., M.H., organisasi ini menggelar audiensi dengan perwakilan PT Pertamina Patra Niaga di Kota Palangka Raya, Selasa (12/05/2026).
Pertemuan tersebut difokuskan pada persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kian meresahkan, terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito.
Energi Bukan Sekadar Isu Perkotaan
Dalam keterangannya, Enrico Tulis menegaskan bahwa akses terhadap energi adalah hak dasar yang menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat hingga ke pelosok. Ia menyoroti dampak domino dari kelangkaan BBM yang melumpuhkan sektor transportasi dan usaha mikro masyarakat.
“Tidak perlu menunggu kursi di parlemen untuk bicara tentang hak-hak masyarakat. Hari ini saya hadir di Kantor Cabang PT Pertamina Patra Niaga Palangka Raya membawa satu misi, yaitu menyampaikan jeritan hati masyarakat di sepanjang Kabupaten DAS Barito,” ujar Enrico kepada awak media usai audiensi.
Komitmen Perjuangan di Luar Parlemen
Enrico menekankan bahwa fungsi kontrol sosial dan pembelaan terhadap aspirasi publik tidak boleh dibatasi oleh status jabatan politik. Menurutnya, SAPMA PP Kalteng akan terus menjadi garda terdepan selama distribusi energi belum berkeadilan.
“Sekalipun kita bukan wakil rakyat, tapi apa yang menjadi masalah bersama akan selalu kita perjuangkan. Selama keluhan masyarakat masih menggantung, selama itu pula suara ini tidak akan padam,” tegasnya.
Desak Langkah Konkret Pertamina
Persoalan kelangkaan BBM subsidi di sejumlah SPBU telah memicu antrean panjang dan keresahan sosial. Melalui audiensi ini, SAPMA PP Kalteng menuntut PT Pertamina Patra Niaga untuk:
Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skema distribusi BBM di wilayah Kalteng.
Memastikan ketersediaan stok terutama untuk wilayah pelosok dan pesisir sungai (DAS Barito).
Menjamin pemerataan distribusi agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di titik-titik tertentu yang mengganggu ketertiban umum.
SAPMA PP Kalteng berharap Pertamina segera mengambil langkah taktis agar roda ekonomi masyarakat di sepanjang DAS Barito kembali normal dan tidak lagi dibayangi ketidakpastian stok BBM.(Andia/Red)

