Top Menu



Advertisement

Advertisement

BeritaKabupaten SambasKalimantan Barat

Air Lancar, Petani Senang: Era Baru Produktivitas Sawah di Tebas Komplek Sambas

REDAKSI
15 Juni 2026, 05:36 WAT
Last Updated 2026-06-15T08:36:51Z
Advertisement

SAMBAS, KALIMANTAN BARAT, SFN  – Sebuah langkah besar untuk ketahanan pangan lokal baru saja dimulai dari Tebas Komplek, Kabupaten Sambas. Penantian panjang para petani setempat akan sistem pengairan yang andal akhirnya terjawab lewat rampungnya proyek saluran irigasi permanen berbasis beton cor (lining block).


Kehadiran infrastruktur modern ini memicu gelombang optimisme baru di kalangan pahlawan pangan lokal yang siap menggenjot produktivitas sawah mereka.


Bagi masyarakat Tebas Komplek, air adalah urat nadi. Sayangnya, selama bertahun-tahun mereka harus bertahan dengan saluran tanah tradisional yang sarat masalah: mudah tersumbat lumpur, rawan jebol, dan memicu kebocoran air.

Saat musim kemarau tiba, pembagian debit air yang tidak merata sering kali memicu ketegangan antar-penggarap lahan karena berebut pasokan. Namun, pemandangan kontras kini terlihat jelas di lapangan. Saluran sekunder beton yang kokoh dan rapi kini membentang, siap mengalirkan air secara efisien dan adil langsung ke jantung persawahan warga.


"Kami sangat berterima kasih atas perhatian melalui proyek irigasi ini. Dulu, kalau musim kemarau kami harus bergadang untuk berebut air. Sekarang, dengan saluran semen yang rapi, aliran air jadi lebih lancar dan adil sampai ke ujung sawah," ujar salah seorang petani setempat dengan nada haru sekaligus lega.


Dampak dari modernisasi irigasi ini bukan sekadar soal air yang mengalir lancar, melainkan tentang lompatan ekonomi. Dengan pengelolaan air yang jauh lebih terukur dan minim risiko bocor, para petani kini berani membidik target yang lebih tinggi.


Jika sebelumnya keterbatasan air membuat mereka hanya mampu menanam padi 1 hingga 2 kali dalam setahun, kini kawasan Tebas Komplek memiliki potensi besar untuk digenjot hingga 3 kali masa tanam (IP 300) setahun.


Kondisi PengairanFrekuensi TanamRisiko PertanianDulu (Saluran Tanah)1 - 2 Kali / TahunTinggi (Sumbat, Bocor, Rebutan Air)Sekarang (Beton Cor/Lining Block)Potensi 3 Kali / TahunRendah (Aliran Lancar, Debit Adil)


Merespons rampungnya proyek krusial ini, Pemerintah Desa setempat langsung bergerak cepat memberikan edukasi kepada warga. Mereka mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan rasa kepemilikan bersama (collective ownership) terhadap fasilitas baru ini.


Merawat saluran irigasi ini dari sampah dan sedimentasi adalah kunci utama agar manfaat ekonominya bisa dirasakan secara berkelanjutan, sekaligus membawa petani Tebas Komplek ke tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.(Dy/Red)

TERKINIMore

Tag Terpopuler